Selasa, 05 April 2016

Liga Kopi Membincang Public Speaking


Sedikit asal istiqomah akan lebih berkah kalimat itu yang coba diamini sahabat sahabati PMII Dukuhwaluh malam ini. Kalimat itu jualah yang membuat LIGA KOPI terus bergulir dengan atau tanpa banyak peserta . Dari minggu ke minggu forum diskusi ini mengupas berbagai hal yang dibutuhkan sahabat sahabati PMII. Karena memang tidak ada cara lain untuk meningkatkan kapasitas kecuali
memaksa diri masuk dalam ruang-ruang diskusi. Setidaknya itu yang menjadi keyakinan Maryawati. Mahasiswi yang mulai aktif di PMII sejak satu tahun lalu ini percaya diskusi adalah cara asyik meningkatkan kapasitas diri.

Dalam edisi kali ini LIGA KOPI mengetengahkan tema Lancar Berbicara di Depan Umum. Berbicara di depan umum merupakan ketrampilan yang perlu diasah. Meski berbicara di depan umum, bagi sebagian orang, sama mudahnya dengan berbicara di depan cermin. Kenyataanya tidak sedikit orang yang tidak berani bahkan hanya sekedar mengucap salam jika itu dilakukan di depan banyak orang. Padahal kita tahu mereka sama-sama manusia yang tidak akan menggigit jika hanya sekedar disapa. Apa pasal?

Ketakutan akan bayang-bayanganya sendiri
Banyak diantara kita yang sudah merasa gagal jauh sebelum mencoba. Pun dengan ketika disuruh berbicara di depan umum, kita lebih sering untuk langsung menjawab TIDAK. Sebabnya kita merasa bahwa kita tidak memiliki kemampuan itu. Alasannya tentu bukan karena kita tak bisa bicara, melainkan karena membayangkan diri ditertawakan. Ya, kita seringkali sok bisa meramal, sehingga berani menghukumi sesuatu yang belum terjadi. Lebih memang kerap kali ketakutan kita lebih superior ketimbang kemampuan yang kita miliki. Lantas bagaimana menghadapinya?
Coba saja! Ya hanya sesederhana itu. Coba saja dengan mengiyakan atau mengambil kesempatan jika ada peluang berbicara di depan umum. Tentu jika engkau pemula, harus lebih dahulu melakukan persiapan yang nanti akan dibahas di bagian selanjutnya.

Tidak percaya diri dan takut lupa
Dalam setiap seminar atau workshop Public Speaking, pertanyaan tentang bagaimana mengatasi rasa tidak percaya diri dan bagaimana jika lupa saat di panggung selalu muncul. Sepertinya pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang paling alamiah. Pertanyaan yang membuat banyak orang menolak jika diminta berbicara di depan umum.
Soal kepercayaan diri dan lupa adalah soal persiapan. Pada titik ini kita harus bersepakat bahwa public speaking adalah seni menyampaikan isi kepala. Dengan kata lain, kita harus mempersiapkan sesuatu yang hendak disampaikan. Bagaimana mungkin kita mau berbicara di depan umum jika kita saja tidak memiliki bahan yang akan disampaikan. Oleh karenanya mempersiapkan materi merupakan langkah penting yang juga akan berimplikasi pada meningkatnya rasa percaya diri. Yakinlah.

Hal yang lebih lebih sederhana untuk mengtasi rasa gugup adalah olah pernapasan. Tariklah napas panjang, tahan sebentar lalu hembuskan perlahan. Ulangi hingga tubuhmu merasa lebih rileks.
Lalu bagaimana jika lupa materi? Gampang saja. Ketahuilah bahwa audien tidak mengetahui apa yang akan kamu sampaikan. Maksudnya jika lupa saat sedang, misalnya, mengisi materi kamu cukup menyampaikan apa yang kamu ingat dulu. Jangan sekali-kali mencoba diam mengingat-ingat jika tidak ingin rasa percaya dirimu runtuh seketika. Apalagi sampai garuk-garuk kepala. Mengalir saja, jika sudah ingat kamu bisa menyampaikannya dengan mengatakan itu tambahan.

Dicueki saat sedang berbicara
Tidak ada satupun manusia di bumi yang suka dicueki. Pun dengan soerang speaker. Maka wajar saja jika kamu mengkhawatirkan hal yang demikian. Tapi tenang saja, LIGA KOPI punya triknya. Secara alamiah manusia akan memperhatikan seseorang yang memperhatikannya. Pernah mendengar hukum siapa yang mau dihormati maka harus menghormati orang lain? Kurang lebih seperti itu pulalah cara perhatian bekerja. Maka ketika berbicara,  terlepas itu di depan umum atau tidak, mencurahkan perhatian secara utuh adalah yang yang penting.

Dalam komunikasi, bahasa verbal hanya mempengaruhi 20% penyampaian informasi. Sisanya bahasa non verbal yang bekerja. Maka biarkan tubuhmu berbicara. Gunakanlah gerak tangan untuk memperjelas kata-kata. Gerakan tangan juga akan berparalel dengan peningkatan rasa percaya diri. Hadapkan tubuh pada audienmu, arahkan pandanganmu ke sana. Ajaklah mereka berkomunikasi dengan tatapanmu. Jika audien masih cuek, diamlah sebentar, bisa juga dengan melemparkan lelucon. Atau jika memungkinkan kamu bisa berjalan untuk sekedar mengganti blocking atau bisa juga mendekati yang sedang mencuekimu. Satu yang perlu diingat, jangan pernah menegur secara langsung. Karena selain akan membuatnya malu, kamu juga akan kehilangan simpati audienmu.

Tidak komunikatif
Berbicara adalah upaya bertukar gagasan. Maka sebaiknya kamu tahu apa poin yang ingin kamu sampaikan di depan khalayak itu. Padatkanlah bahasamu jika kamu memang bukanlah tipikal orang yang banyak omong. Lagi pula itu akan membuatmu terlihat lebih berwibawa. Gunakan intonasi yang berbeda seperti lebih keras atau lebih pelan untuk menegaskan hal-hal yang kamu anggap penting. Berkaitan dengan komunikatif atau tidak, agar kamu lebih membumi dan diterima oleh audien, sebaiknya kamu mengenali dulu latar belakang audienmu. Sehingga ketika membuat contoh atau lelucon bisa lebih mengena.
  
Belum pernah
Lancar berbicara di depan umum tak melulu soal jam terbang. Melainkan juga teknik dan trik. Padu padankan ketiganya maka kamu akan terlihat makin baik. Tetapi jika belum banyak jam terbangnya, kamu tetap bisa mencoba dengan mengandalkan teknik dan trik yang sudah dikupas di atas.

Lalu pada akhirnya kita harus tahu bahwa kesaktian kata-kata bergantung pada integritas diri. Maksudnya jika kata-katamu ingin diengar maka perbuatan harus searah dengan kata-katamu. Terkesan tak masuk akal memang, tapi memang begitulah adanya. Agar suaramu di dengar dan nasehatmu dijalankan kamu harus menyatu dengan kata-katamu. Guru yang suka telat tidak akan didengar ketika sedang ceramah soal kedisiplinan. Begitulah.

1 komentar:

  1. Sip bang.. Semoga menjadi menjadi solusi yg mampu sy realisasikan.. Thx

    BalasHapus